Behavioral Analysis & Data-storytelling

Labirin Riset
Indonesia

Media literasi interaktif tentang behavioral economics, analisis data, dan data-storytelling. Dikelola oleh ahli yang tertarik menjelajahi irasionalitas manusia melalui data.

Pandemi Covid-19: Jutaan Orang Ada di Rumah, Pola Bunuh Waktu Turut Berubah

Pandemi Covid-19 sepertinya mengubah beberapa pola perilaku jutaan orang, khususnya perkotaan yang penduduknya mencapai 150 juta orang per tahun 2019. Tentu dengan diterapkannya langkah pencegahan penyebaran Virus 2019-nCoV yang sudah digencarkan oleh pemerintah; seperti diam di rumah atau tetap di rumah (Stay at Home) dalam melakukan aktivitas, membuat aktivitas yang biasa dilakukan di luar rumah menjadi tidak dapat dilakukan.

Selanjutnya, di beberapa daerah perkotaan, pola perilaku orang juga berubah menjadi lebih mementingkan perilaku jalan-jalan atau perilaku berbasis pengalaman (Experience) untuk bunuh waktu, seperti wisata kuliner, jalan-jalan ke tempat wisata, hangout/nongkrong, nonton Bioskop, Workout di Gym atau perilaku pengalaman lainnya (Leisure).

Is it The End of Rational Economics?

Lebih dari dua abad yang lalu sebelum polling ini dimulai, Adam Smith merilis buku yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” pada tahun 1776. Smith mendefinisikan Ilmu Ekonomi sebagai ilmu tentang cara mengambil keputusan dengan kondisi sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi keinginan yang seringkali melebihi kapasitas. Dari kondisi tersebut muncullah yang disebut kelangkaan (scarcity), yaitu suatu kondisi dimana sumber daya yang dimiliki lebih sedikit dibandingkan keinginan. Adanya kelangkaan ini menjadi dasar manusia untuk mengambil keputusan yang menguntungkan bagi dirinya dengan biaya yang seminimal mungkin (Homoeconomicus), atau dalam arti lain manusia selalu mengambil keputusan secara rasional.

Apakah kita termasuk kategori manusia rasional tersebut? Sebagian besar akan setuju dan menjawab iya. Sampai disini pengambilan keputusan anda dapat dijelaskan oleh Teori Ekonomi Klasik sebagaimana penjelasan diatas.